Pagelaran Seni Musik FKIP Hidupkan Nuansa Daerah

250 dibaca

teknokra.co: Iringan alunan musik tradisional dari berbagai daerah menghangatkan dinginnya malam di tengah rintikan hujan. Gemerlapnya sorotan lampu juga menghiasi berbagai sudut panggung teater Taman Budaya, dalam acara pagelaran musik nusantara yang diselengarakan selama dua hari pada 14-15 januari.

Buah karya mahasiswa pendidikan musik unila angkatan 2020 ini menampilkan pagelaran musik pertama kalinya yang bernuansa musik nusantara, yang mengusung tema “Ethnic Music In Pandemic” garapan karya musik yang ditampilkan ini menonjolkan ide serta kreativitas para mahasiswa pendidikan musik 2020.

Penampil karya musik legenda Ratu Ali, Lucky Priatama (Pendidikan Musik’ 20) mengungkapkan bahwa ia butuh proses waktu 3 bulan untuk mempersiapkan acara pagelaran musik ini.

“Persiapan latihan 3 bulan, untuk setiap hari latihan ada bimbingan dari dosen, kakak tingkat dan pihak luar,” ujarnya.

Ia merasa senang, karena tetap bisa mengekspresikan minat musiknya ditengah-tengah sulitnya masa pandemi.

“Sangat senang karena acara musik biar gak mati di sudut pandemi,” ungkapnya.

Sorakan serta tepuk tangan penonton terus mewarnai acara ini dan semakin menghangatkan cuaca dinginnya malam di tengah hujan. Berbagai musik daerah seperti musik lampung dan musik sunda ditampilkan dengan memadukan instrumen tradisional dan modern.

Cerita yang agak berbeda disampaikan oleh penampil karya musik Lampung Kulawi Sai Kayo, Brahmantyo Adith (Pendidikan Musik’20) yang mengungkapkan kesulitannya selama proses acara pagelaran musik ini.

“Mengenai persiapan acara kegiatan ini sulit untuk menyatukan masing-masing player yang berbeda daerah,” tuturnya.

Ketua pelaksana, Tyas Budiawan (Pendidikan Musik’20) menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan pemenuhan tugas kuliah mereka.

“Hal yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah sebagai pemenuhan tugas ujian akhir pada 3 mata kuliah peminatan yang ada di pendidikan musik unila yaitu pagelaran musik nusantara, tata kelola pagelaran musik, dan kurator event musik,” ujarnya.

Ia berharap, tradisi pementasan musik mahasiswa dapat terus berjalan dan tak lekang oleh waktu.

“Semoga acara pagelaran musik ini akan terus berlangsung turun temurun dan akan menjadi budaya di Pendidikan Seni Musik Universitas Lampung.” harapnya.

Penulis : Sepbrina Larasati

Penyunting : Arif Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − three =