Teknokra.co : Pelantikan dan upgrading pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Lampung (Unila) tahun 2026 resmi dilaksanakan di Auditorium Prof. Abdulkadir Fakultas Hukum (FH) Unila, pada Sabtu, (23/5). Mengusung tema “Menata Arah dan Menguatkan Gerak”, kegiatan ini menjadi momentum pembekalan sekaligus penguatan arah gerak organisasi bagi seluruh pengurus baru.
Ketua BEM U KBM Unila 2026, Aditya Putra Bayu, dalam sambutannya menekankan pentingnya rasa memiliki dan kecintaan terhadap lembaga sebagai fondasi utama dalam berorganisasi. Menurutnya, BEM U bukan sekadar wadah formal mahasiswa, tetapi ruang untuk berkembang, berinovasi, serta membangun kapasitas diri.
“Kita besar karena saling membesarkan. Jangan sampai di lembaga yang besar ini kita memiliki mental crab mentality,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa kepengurusan yang tersisa tidak lagi panjang. Setelah berjalan sekitar lima bulan, pengurus hanya memiliki waktu efektif sekitar tujuh bulan untuk menjalankan program dan membangun dampak organisasi.
“Ini, kepengurusan ini sudah berjalan kurang lebih selama 5 bulan. Artinya, untuk bergerak ke depan, kita hanya mempunyai waktu sekitar 7 bulan, tidak efektif. Maka dari itu, harapannya kawan-kawan semua bisa betul-betul belajar, bisa betul-betul memanfaatkan wadah ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Karena itu, Aditya berharap seluruh pengurus dapat memanfaatkan ruang organisasi dengan maksimal melalui kerja kolektif, gotong royong, serta semangat saling mendukung antar anggota. Ia menilai keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari pimpinan, melainkan juga dari bagaimana seluruh staf dapat berkembang bersama di dalamnya.
Selain itu, Aditya turut mendorong para pengurus untuk aktif menyerap materi dan orientasi yang diberikan selama upgrading berlangsung. Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi harus menjadi sarana memperluas wawasan serta memperkuat arah gerak kabinet.
“Kita harus merasa satu badan dulu. Ada lembaga yang kita bawa, ada marwah yang harus kita jaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana upgrading dan pelantikan, Salman Al Handa Husya, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan sebagai pembekalan kapasitas bagi seluruh pengurus BEM U KBM Unila 2026.
Ia mengakui pelaksanaan upgrading mengalami keterlambatan dari jadwal awal yang direncanakan pada awal masa kepengurusan. Namun, ia berharap hal tersebut tidak mengurangi substansi kegiatan yang telah disiapkan oleh kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) melalui berbagai silabus dan materi pengkaderan.
Menurut Salman, pengurus BEM U tidak hanya dituntut aktif di satu kementerian, tetapi juga harus membangun relasi dan meningkatkan kapasitas diri melalui keterlibatan di berbagai lini organisasi.
“Jadi nanti itu ada materi orientasi ya, orientasi arah gerak BEM dimana, visi misinya gimana, kita mau kemana, fokus utamanya. Terus yang kedua nanti ada sifat kritis yg mana kan itu yang esensial banget dan urgensi banget,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Salman juga menyoroti pentingnya menjaga nilai intelektualitas mahasiswa di tengah berbagai isu nasional yang berkembang, termasuk intervensi militer di ruang pendidikan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap berpijak pada nilai akademik dan sikap kritis sebagai bagian dari identitas intelektual kampus.
“Harapannya outputnya setelah acara ini selesai pengkaderannya, nilai-nilainya materinya itu tersampaikan dan kita menjadi sesuai hakikat kita sebagai akademisi yang intelektual dan kritis,” katanya.
Melalui kegiatan upgrading dan pelantikan ini, BEM U KBM Unila 2026 berharap seluruh pengurus mampu memahami arah gerak organisasi, memperkuat solidaritas internal, serta meningkatkan kapasitas intelektual dan organisatoris selama satu periode kepengurusan.






