Reformasi Jilid Dua di Pusat Disambut dengan Narasi Revolusi di Provinsi Lampung

Foto : Teknokra/ Chelsea Ester Basauli Lubis
99 dibaca

Teknokra.co : Di tengah situasi nasional yang semakin menguatkan tuntutan akan Reformasi Jilid 2, dinamika berbeda justru terjadi Provinsi Lampung. Aliansi Lampung Tarik Mandat mendesak terjadinya revolusi melalui aksi demonstrasi yang dilakukan di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung pada Senin (15/6).

Perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia cabang Bandar Lampung (GMNI) cabang Bandar Lampung, yaitu Muhammad Hatta Fahada, dalam orasinya menyerukan kata revolusi yang menurutnya perlu dilakukan setelah evaluasi terhadap aksi-aksi yang ada sebelumnya.

“Kita sudah cukup sering aksi dan berujung tidak ada kelanjutan, sehingga kami mahasiswa perhari ini memutuskan untuk lebih berani untuk masuk dan menduduki tempat karena kami tidak ingin lagi disepelekan,” ujarnya.

Tak hanya itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, yaitu Syahrul Ramadani, mengungkapkan bahwa revolusi dianggap sebagai bentuk perubahan yang nyata.

“Revolusi ini adalah bentuk perubahan yang lebih nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan adanya perbedaan antara reformasi dan revolusi, yaitu pada sejarahnya.

“Reformasi kalau kita lihat berdasarkan historis sebagaimana reformasi 98. Tetapi, untuk revolusi, berdasarkan buku-buku Lenin dan Stalin, berbicara soal perubahan besar-besaran,” tambahnya.

Selaras dengan Syahrul, perwakilan Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND), yaitu Dinda Napitu, mengungkapkan bahwa kata “Revolusi” merupakan bentuk keinginan dari LMND untuk adanya perubahan sosial dan politik yang cepat dan pesat.

“Krisis yang terjadi di Indonesia perhari ini bukan lagi krisis biasa, ini adalah krisis yang dirawat oleh negara. Maka, dalam orasi politikku, aku menyampaikan revolusi sebagai tuntutan dari kawan-kawan LMND untuk adanya suatu perubahan cepat dan drastis secara cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan perbedaan reformasi dan revolusi, yaitu pada tempo perubahannya.

“Menurutku pribadi, reformasi dan revolusi berada pada tempo perubahannya. Reformasi berjalan secara bertahap, sementara revolusi ini berjalan cepat dan mendasar dari akar permasalahannya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − eighteen =