Kampus  

Rencana Pembongkaran Sekretariat Ormawa di Fisip Tuai Pro dan Kontra

221 dibaca

Rencana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) untuk membongkar dan menghilangkan ruang kesekretariatan organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas dan memusatkan kegiatan kemahasiswaan di Workingspace menuai pro dan kontra di kalangan Ormawa, beberapa pengurus Ormawa menolak dengan alasan takut akan kekurangan tempat untuk berkegiatan.

salah satunya adalah ketua umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) ilmu komunikasi, Afif Ardhian (Ilmu Komunikasi’20). Yang khawatir akan kehilangan tempat untuk menyimpan barang organisasi yang berukuran besar karena workingspace tak bisa dijadikan ruangan tetap bagi himpunannya.

“emang sih bisa ditaruh diluar kampus tapi kan takutnya berceceran.” ujarnya.

Ia berpendapat jika keberadaan ruang kesekretariatan tetap merupakan hal yang penting untuk kegiatan yang nantinya akan membutuhkan tempat untuk mahasiswa menetap, selain itu sistem reservasi dan pemakaian workingspace secara berganti-gantian juga dirasa memberatkan.

“Terlebih lagi kegiatan-kegiatan besar yang mungkin sampai persiapannya butuh kematangan banget dan mungkin bisa sampai malam, jadi butuh banget tempat untuk menetap. Tidak mungkin untuk mereservasig workspace itu lama-lama karena kan Ormawa lain pasti ingin memakainya” katanya.

Penolakan serupa juga diungkapkan oleh ketua umum Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Forum Studi Pembangunan (FSPI), Wahyu Putra Santoso (Sosiologi ’20) yang menyesalkan pembongkaran kesekretariatan Ormawa.

“Kalau sistemnya seperti itu, menurut saya lebih baik kesekretariatan yang lama dibiarkan saja supaya UKM dan HMJ punya pusat kegiatan tetap untuk menyimpan perlengkapan, peralatan, dan lain-lain,” Ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar kebijakan ini dapat dikomunikasikan dengan setiap Ormawa sebelum direalisasikan karena pihak yang paling merasakan dampaknya adalah mahasiswa terlebih lagi yang aktif di kegiatan kampus.

Berbeda halnya dengan Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara), Muhammad Iqbal (Ilmu Administrasi Negara ’19) yang menanggapi hal ini dengan positif, menurutnya tak masalah jika sekretariat Ormawa dibongkar karena gedung kemahasiswaan sebagai pengganti dirasa lebih baik.

“Saya berpendapat itu sebagai bentuk dukungan dari pihak berwenang di Fisip Unila yang mendukung UKM-F dan HMJ Fisip dapat meningkatkan aktivitas kegiatan di kampus kembali.” katanya.

Ia juga berharap kelak saat perkuliahan tatap muka dilaksanakan, gedung tersebut sudah memiliki fasilitas yang diperlukan di agar mahasiswa dapat melakukan aktivitas disana.

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fisip, Robi Cahyadi beralasan jika Ruang kesekretariatan kemahasiswaan yang selama ini digunakan tak terurus selama pandemi, selain itu rencananya bangunan tersebut akan dialihkan menjadi lab terpadu jurusan Ilmu Komunikasi.

“Bukan kesekretariatan namanya tapi workingspace, kami tidak ingin kesekretariatan itu menjadi tempat nongkrong yang tidak produktif, isinya hanya ngobrol atau ngerokok,” jelasnya.

Ia menyadari bahwa ada Ormawa yang bingung karena kehilangan ruang kesekretariatan dan tempat untuk menyimpan barang milik organisasi, ia pun menyarankan agar Ormawa berkoordinasi dengan jurusan untuk mendapat ruang sekretariat sementara.

“Karna sementara ini belum bisa dipakai, Saya sarankan ke mereka, silahkan pakai ruangan di jurusan yang tidak dipakai atau bisa memakai rumah salah satu pengurus,” tuturnya.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya tak akan mendanai Ormawa yang hendak menyewa ruangan untuk dijadikan ruang kesekretariatan, namun pihak fakultas akan menyiapkan loker di Workingspace untuk dijadikan tempat penyimpanan barang.

“peralatan-peralatan Ormawa akan ditaruh diloker yang akan disiapkan. Jadi nantinya tidak akan ada barang numpuk diruangan karena tidak terawat yang membuat ruangan kotor dan terkesan kumuh.” pungkasnya

 

Penulis : Ruweisha

Penyunting : Arif Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 12 =