Teknokra.co : Ribuan penonton memadati Lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, pada Senin (27/7), untuk menghadiri konser musik bertajuk “Semesta Merestui”. Konser yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan Sunbaze by Soundroom, Sukser Lancar Rezeki, Nadin Amizah, The Adams, dan DNA x Sidebrothers.
Sejak sore hari, penonton mulai memadati area festival maupun VIP untuk menyaksikan penampilan musisi favorit mereka. Antusiasme penonton terlihat dari ramainya suasana konser hingga seluruh penampil menyelesaikan penampilannya.
Penonton tiket VIP, Nadira, mengaku telah mengikuti konser sejak hari pertama demi menyaksikan penampilan Nadin Amizah. Menurutnya, konser tersebut menjadi salah satu hiburan yang paling berkesan.
“Kita dari day one, benar-benar pecah parah. Pokoknya seru, best lah,” ujar Nadira.
Ia berharap konser serupa kembali digelar dengan menghadirkan musisi yang lebih beragam.
“Semoga bisa buat acara yang lebih mewah lagi. Jujur aku pengen Hindia,” tambahnya.
Penonton VIP lainnya, Erin, menilai seluruh pengisi acara mampu menghibur ribuan penonton yang hadir. Ia mengaku rela bertahan berdiri selama berjam-jam demi menikmati seluruh penampilan musisi.
“Acara seru banget, seluruh guest star seru-seru pokoknya,” ujarnya.
Erin berharap konser tersebut dapat menjadi agenda rutin yang terus menghadirkan musisi berkualitas. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan hiburan bagi masyarakat Lampung.
“Semoga tahun depan ada lagi karena acaranya seru banget,” katanya.
Sementara itu, Andri mengaku sengaja datang untuk menyaksikan penampilan DNA x Sidebrothers. Ia menilai suasana konser berlangsung meriah karena penonton ikut bernyanyi dan berjoget bersama.
“Seru sih, orang-orangnya juga asik, ikut-ikut joget, terus rame,” ucapnya.
Ia berharap konser “Semesta Merestui” terus diselenggarakan dengan menghadirkan lebih banyak musisi dari berbagai genre. Menurutnya, acara tersebut berpotensi menjadi salah satu konser tahunan di Lampung.
“Semoga acaranya bisa lanjut dan lebih seru lagi, kalau bisa ngundang Rebellion,” tuturnya.
Lebih lanjut, M. Fachri Kusuma Jaya, selaku pengurus BEM FH Unila yang menjadi panitia acara mengungkapkan konser tersebut merupakan bagian dari program kerja yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi momentum menyambut mahasiswa baru menjelang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
“Yang pertama ini kan program kerja BEM juga. Kita ingin menunjukkan eksistensi BEM sekaligus memberikan hiburan untuk menyambut mahasiswa baru menjelang PKKMB,” ujarnya.
Ia menjelaskan tema “Semesta Merestui” dipilih karena memiliki makna sebagai doa agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Ia berharap tidak hanya konser, tetapi seluruh program kerja BEM pada masa kepengurusan tahun ini mendapat dukungan dan berjalan sesuai rencana.
“Semesta Merestui itu sebagai doa agar acara kita berjalan lancar. Semoga semua kegiatan BEM juga direstui dan diberikan kelancaran,” jelasnya.
Fachri menambahkan perihal konser tersebut terbuka untuk masyarakat umum meskipun mahasiswa menjadi sasaran utama penyelenggaraan. Ia mengungkapkan panitia menargetkan jumlah pengunjung sebanyak mungkin dengan harapan mampu menjangkau sekitar 10 ribu penonton.
“Target audiens kita sebenarnya umum, tapi memang mahasiswa yang paling banyak. Kalau target awal, kita ingin sebanyak-banyaknya, kalau bisa sampai 10 ribu penonton,” tambahnya.
Menurut Fachri, persiapan konser dilakukan secara bertahap sejak awal kepengurusan BEM, sedangkan pelaksanaan teknis dimatangkan selama lebih dari tiga bulan. Selama masa persiapan, panitia melakukan finalisasi pengisi acara, promosi melalui media sosial, hingga penataan venue.
“Kalau benar-benar persiapannya itu sekitar tiga bulan lebih. Mulai dari fiksasi artis, media sosial, sampai venue semuanya dipersiapkan dalam waktu itu,” ungkapnya.
Ia menilai salah satu daya tarik konser tahun ini adalah kehadiran sejumlah musisi yang telah lama tidak tampil di Lampung. Selain itu, panitia juga berupaya menghadirkan konsep yang dekat dengan generasi muda tanpa mengesampingkan penonton dari kalangan umum.
“Yang berbeda pasti banyak, karena ada artis-artis yang sudah lama enggak ke Lampung seperti The Adams. Kita juga menghadirkan konsep yang dekat dengan Gen Z, sementara hari pertama ada NDX supaya masyarakat dari berbagai kalangan bisa ikut menikmati,” pungkasnya.






