Teknokra Suarakan Isu Persma Lampung di Konferensi Nasional Dewan Pers

Foto : Konferensi Nasional Dewan Pers Pusat
38 dibaca

Teknokra.co : Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) turut menghadiri Konferensi Nasional dengan tema “Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pers Mahasiswa” yang digelar oleh Dewan Pers di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta pada Jumat (28/8). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pemimpin Umum Teknokra, Alfian Wardana (Arsitektur ’23) yang hadir langsung dalam forum tersebut menyampaikan bahwa agenda ini menjadi wadah penting untuk membawa aspirasi dan dinamika pers mahasiswa kawasan daerah ke tingkat nasional.

“Ini merupakan kesempatan bagi kami di Teknokra untuk turut menyuarakan berbagai permasalahan yang ada di Provinsi Lampung kepada Dewan Pers dan teman-teman pers mahasiswa lainnya,” ujarnya.

Ia menilai kompleksitas tantangan yang dihadapi pers mahasiswa saat ini tidak menjadi penghalang untuk tetap konsisten menjaga ruang aman bagi jurnalis kampus.

“Memang sekarang ini pers mahasiswa masih dihadapkan dengan tantangan yang cukup kompleks. Namun, itu bukan penghalang untuk tetap menjaga ruang-ruang aman bagi pers mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, mengapresiasi keberadaan aktivis pers mahasiswa yang dinilai memiliki keunggulan kritis dan analitis dibanding mahasiswa pada umumnya.

“Pers mahasiswa terbiasa berpikir komparatif, cover both side, dan tidak mudah terjebak satu pendapat karena terbiasa melakukan analisis dari berbagai sumber,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa jurnalis kampus juga memiliki kemampuan mengolah data secara sistematis.

“Pers mahasiswa itu punya keterampilan mengorganisasi informasi. Informasi diatur di kepalanya lalu dituangkan, sehingga punya kemampuan berpikir sistematis dan organisatoris,” pungkasnya.

Dalam forum tersebut, para peserta merumuskan berbagai inventarisasi masalah dan tantangan pers mahasiswa guna menghasilkan rekomendasi serta solusi konkret bagi perlindungan jurnalis kampus ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =