KIKA: Pelarangan Diskusi Rocky Gerung di Unila Langgar Kebebasan Akademik

foto: Teknokra/Arif Sanjaya
375 dibaca

Teknokra.co: Koordinator Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Chapter Lampung, Dodi Faedluloh, menilai pelarangan diskusi publik Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (BEM FEB), yang mengundang Rocky Gerung dan sejumlah tokoh lainnya, merupakan bentuk pelanggaran kebebasan akademik di lingkungan Universitas Lampung.

“Kalau ada perbedaan pandangan politik atau tidak sepakat dengan argumentasi, justru forum itu menjadi momentum untuk menyampaikan kritik atau menyampaikan kesepakatan,” Ujar Dodi saat diwawancarai pada Rabu, (13/9).

Menurut Dodi, upaya pembatalan pelaksanaan diskusi publik tersebut merupakan buntut dari penetralisiran argumen kritis terhadap pemerintah.

“Aneh saja jika hal tersebut terjadi di level kampus, di mana kampus jadi tempat mendebat,” tuturnya.

Ia menilai, kampus seharusnya berperan independen dan melindungi hak akademik untuk pengawasan kerja pemerintah

“Bahaya bagi kebebasan akademik, kampus akan menjadi kerdil juga nggak ada lagi narasi-narasi soal bagaimana kritik imajinasi membangun pemerintahan yang lebih baik,” lanjutnya.

Ia menegaskan, kampus tak boleh alergi dengan adu gagasan. Menurutnya, tak boleh ada pembatasan ilmiah terhadap Civitas Academica.

“Isu sesensitif apapun, itu silakan saja (didiskusikan) selama dalam koridor akademik,” tegasnya.

Kehadiran narasumber pemerintah, menurut dosen Fisip Unila tersebut, bukan merupakan hal wajib dalam sebuah diskusi di kampus.

“Kalau memang ada (pejabat) pemerintah tidak sepakat silakan datang saja. Konsep diskusi publik itu kan sifatnya terbuka dan inklusif,” katanya.

Sebelumnya, diskusi Publik mahasiswa yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (BEM-F FEB) bersama pengamat politik Rocky Gerung terancam batal. Awalnya, diskusi tersebut akan diadakan besok, (14/9) di Auditorium Gedung G Pascasarjana FEB.

Selain Rocky, diskusi mahasiswa bertajuk ‘Menatap Indonesia Maju: Tantangan Masa Depan Global dan Middle-Income Trap’ itu juga mengundang beberapa pembicara lain. Seperti (Wakil Ketua KPK 2015-2019) Saut Situmorang, (Ahli Ekonomi dan Politik) Anthony Budiawan, dan (Akademisi) Rudi Antoni.

Ketua BEM FEB, M. Reza Pratama (Manajemen’20) membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan dirinya mendapat panggilan dari Dekan FEB, Prof. Nairobi, atas perintah Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani untuk membatalkan kegiatan tersebut.

“(Kami) Tidak diizinkan memakai fasilitas kampus dan tidak diizinkan adanya kegiatan tersebut, dengan alasan menjaga situasi kondusif Universitas Lampung,” kata Reza saat diwawancarai pada Rabu, (13/09).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − five =