Teknokra Sukses Adakan Nobar dan Diskusi Film “Ayudia dan Jalan Pulangnya”

170 dibaca

teknokra.com: Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra sukses selenggarakan nonton bareng (nobar) dan diskusi film “Ayudia dan Jalan Pulangnya”. Acara ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yakni Rizqon Agustia Fasha selaku sutradara film, Udo Z. Karzi selaku budayawan Lampung, dan Iswandi Pratama selaku sutradara teater 1. Acara ini berlangsung di Bioskop CGV Transmart Carrefour pada, Minggu (17/10).

Selain dihadiri oleh para narasumber, acara ini juga dihadiri oleh Kasi Fasilitasi dan Kerjasama Ekonomi Kreatif Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Sami Muhtarom. Meskipun bukan kali pertama ia menonton film ini, namun ia mengaku tetap merasa emosional saat menyaksikan film tersebut.

“Saya udah nonton ini tiga kali, tapi tetep saja terbawa emosi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi film daerah dengan setting lokasi di berbagai daerah di Lampung tersebut. Menurutnya film “Ayudia dan Jalan Pulangnya” telah mempromosikan pariwisata daerah Lampung.

“Kental sekali pariwisatanya, di lautnya dan sebagainya. Kita harapkan kedepan ada film-film seperti ini,” pungkasnya.

Pemimpin Umum Teknokra, Andre Prasetyo Nugroho (Pendidikan Sejarah ’18) menjelaskan bahwa alasan dipilihnya film ini untuk diskusi Teknokra agar mendukung pariwisata dan kebudayaan Lampung.

“Di film Ayudia ini dominan dialognya berbahasa Lampung. Selain itu pariwisata di Lampung ini banyak yang bagus tapi nggak pernah kejamah,” ujarnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknokra, Muhammad Faizzi Ardhitara (Ilmu Tanah ’18) mengungkapkan bahwa Teknokra berencana mengadakan diskusi lanjutan terkait film yang akan rencananya akan diadakan di Unila.

“Rencananya mau ngadain diskusi lanjutan, karena tadi waktunya terbatas, nanti mungkin di sekitar Unila atau Graha Mahasiswa,” jelasnya.

Leo Pradana (20), salah seorang peserta yang menghadiri kegiatan tersebut mengapresiasi Teknokra karena mengadakan diskusi ini. Selain itu ia juga menyukai unsur pariwisata yang ditampilkan dalam film tersebut.

“Filmnya tuh udah bagus sih buat ngenalin pariwisata, ditambah ada cerita-cerita yang bisa buat penonton terbawa suasana,” pungkasnya.

Penulis: Arif Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =