Wan Ulfa: Jurnalis Harus Mampu Bekerja dengan Data

257 dibaca

teknokra.com: “Jurnalis harus bisa bekerja dengan data. Fungsi Jurnalis adalah memberikan kejelasan dan menemukan kebenaran di tengah data digital yang kian menggunung.” ungkap Wan Ulfa Nur Zuhra (Direktur Eksekutif IDJN) saat menyampaikan materi Jurnalisme Data di Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Semarak Baru Pers Mahasiswa Indonesia (Saburai 2021) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (23/10).

Di era sekarang ini, peran jurnalis semakin dibutuhkan untuk menemukan kebenaran yang mungkin penting dalam suatu isu. Tak hanya untuk isu berat, Jurnalisme Data juga bisa diterapkan dalam berbagai jenis liputan mulai dari liputan santai hingga investigasi.

Menurut Wan, Jurnalisme Data tidak berbeda jauh dengan Jurnalisme Konvensional. Fokus utamanya tetaplah pada ‘Jurnalisme’ bukan pada grafis ataupun data.

“Jurnalisme data bukan hal yang berbeda dari jurnalisme konvensional, bedanya jurnalisme ini menggunakan data untuk menyampaikan cerita atau menggalicerita.” ungkapnya.

Selain harus memahami cara mencari dan memahami data, sebaiknya jurnalis juga harus mampu menyampaikan data (publikasi) dengan sederhana dan mudah dipahami. Namun, dalam proses pengumpulan data, jurnalis harus memperhatikan sumber data serta kevalidannya.

Beragam cara inovatif bisa digunakan sebagai terobosan untuk memudahkan masyarakat dalam memahami data. Misalnya dengan menarik pembaca melalui game atau QnA untuk mengenalkan data dengan cara yang mudah dimengerti. Cara-cara inovatif ini sudah banyak dilakukan, contohnya oleh Project Multatuli dan Financial Times.

Pelatihan Jurnalisme Data ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai LPM se- Indonesia. Selain mendapat materi terkait Jurnalisme Data, peserta juga melakukan praktik langsung dengan berdiskusi secara berkelompok untuk menentukan ide liputan berbasis data dalam konteks isu kampus yang selanjutnya dipresentasikan dan dievaluasi oleh pemateri. Selama pelatihan berlangsung, peserta nampak antusias dan interaktif.

Silvia Agustina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 16 =