Teknokra.co: Economic Education Fair (EEF) 2026 kembali digelar sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, pengetahuan, dan kreativitas, khususnya di bidang ekonomi. Kegiatan tahunan ini berlangsung di Aula C Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), pada Kamis (17/9).
Mengusung tema “Mengembangkan Potensi Generasi Muda yang Kritis, Kreatif, dan Kompetitif dalam Meraih Prestasi”, EEF 2026 menghadirkan empat cabang perlombaan, yakni Lomba Cerdas Cermat (LCC) Ekonomi, Debat Ekonomi, Olimpiade Akuntansi, dan kompetisi Poster Infografis Nasional.
Ketua Pelaksana EEF 2026, Rahma Amelia (Pendidikan Ekonomi ’24), menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan tidak hanya melalui pembelajaran teori, tetapi juga melalui pengalaman berkompetisi.
“EEF ini merupakan kegiatan tahunan yang menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka, khususnya dalam bidang ekonomi. Jadi kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa maupun mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Rahma, pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, percaya diri, sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi secara positif.
Tahun ini, EEF 2026 membuka kesempatan bagi siswa SMA dan SMK sederajat se-Provinsi Lampung serta mahasiswa dari seluruh Indonesia. Setiap cabang perlombaan memiliki fokus kemampuan yang berbeda, mulai dari pengetahuan ekonomi, kemampuan berpikir kritis, akuntansi, hingga kreativitas melalui infografis.
“Setiap lomba itu memiliki fokus kemampuan yang berbeda, mulai dari pengetahuan, berpikir kritis, kemampuan akuntansi, sampai kreativitas. Kami ingin EEF ini bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berkompetisi sekaligus menambah pengalaman,” ungkapnya.
Dalam proses persiapannya, Rahma mengungkapkan bahwa panitia menghadapi sejumlah tantangan yang berasal dari faktor eksternal. Kondisi tersebut membuat panitia harus melakukan penyesuaian terhadap rencana yang telah disusun sebelumnya.
“Tantangan yang paling terasa itu justru datang dari eksternal yang tidak bisa kami kendalikan. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan kami menyesuaikan kembali rencana yang sudah dibuat,” ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi pembelajaran bagi panitia untuk tidak hanya berpegang pada satu rencana. Panitia dituntut untuk mampu beradaptasi, berdiskusi, serta menyiapkan alternatif agar kendala yang muncul tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan.
“Kami harus benar-benar berputar otak, berdiskusi, dan mencari alternatif lain yang terbaik. Dari situ kami belajar untuk tidak hanya terpaku pada satu rencana, tetapi juga harus siap dengan opsi lain ketika kondisi tidak sesuai dengan rencana awal,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unila yakni Suroto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan EEF sebagai salah satu agenda tahunan Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang perlombaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperluas relasi dan mempererat silaturahmi antarpeserta maupun pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan ekonomi dan akuntansi.
“Lomba ini merupakan ajang yang kita laksanakan untuk dapat dijadikan wahana, untuk dapat dijadikan sarana selain memang untuk menentukan siapa pemenangnya, tapi juga untuk menjalin silaturahmi,” ujarnya.
Rangkaian EEF 2026 dilaksanakan selama tiga hari, yakni 17–19 September 2026. Selain perlombaan, kegiatan juga akan ditutup dengan seminar yang menghadirkan perwakilan Kantor Wilayah OJK dan BI di Provinsi Lampung dan menjadi ruang untuk menambah wawasan peserta mengenai isu ekonomi dan perpajakan.
Rahma berharap EEF 2026 dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi peserta maupun panitia. Bagi peserta, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, memperoleh pengalaman baru, serta memperluas relasi.
“Untuk peserta, semoga mereka bisa mendapatkan pengalaman, menambah relasi, dan tentunya bisa menunjukkan kemampuan mereka lewat perlombaan ini,” tuturnya.
Sementara bagi panitia, seluruh proses persiapan dan pelaksanaan EEF diharapkan menjadi pengalaman yang dapat memberikan pembelajaran untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
“Untuk panitianya, saya berharap semua proses yang sudah dilewati bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman yang berharga,” pungkasnya






