Rumah Sikam dan Komunitas Baca Ajak Generasi Muda Kembali Dekat dengan Buku

Foto : Teknokra/ Ananda Sri Rejeki
9 dibaca

Teknokra.co: Rumah Sikam berkolaborasi dengan Komunitas Baca Universitas Lampung (Unila) untuk menggelar acara bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Melalui Budaya Literasi”. Kegiatan yang terbuka ini berlangsung di Embung Rumah Susun (Rusun) Unila, pada Sabtu (19/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan lapak baca dengan beragam buku yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Kehadiran lapak baca menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk menikmati suasana santai sambil membaca buku di lingkungan Embung Unila.

Muammar Fadhil (PPKn ’24) selaku ketua Rumah Sikam menjelaskan bahwa awal fokus komunitas Rumah Sikam bergerak dibidang pemberdayaan generasi muda yang kemudian meluas karena minat baca masyarakat yang sangat kurang. Oleh karena itu, Rumah Sikam hadir untuk meningkatkan literasi terutama dilingkungan kampus.

“Awal mulanya komunitas kami ini bergerak di bidang pemberdayaan generasi muda. Kami juga melihat bahwasannya tingkat kemauan minat baca kita ini sangat amat kurang. Jadi, kami dari komunitas Rumah Sikam ingin meningkatkan hal itu, terutama di lingkungan kampus,” ucapnya.

Ia melanjutkan bahwa Rumah Sikam tidak hanya bergerak di bidang literasi ataupun pendidikan. Namun bergerak juga di bidang sosial, kebudayaan dan lainnya dengan konsep pelaksanaan selama dua bulan sekali.

“Untuk konsepnya sendiri, komunitas kami juga tidak hanya bergerak di bidang literasi ataupun pendidikan, namun bergerak di bidang sosial, kebudayaan, dan juga lain-lainnya. Untuk konsepannya, kami melaksanakannya selama dua bulan sekali,” ujarnya.

Eyga Ariyusti (Ilmu Hukum ’24) selaku Wakil Duta Baca Komunitas Baca Unila juga mengatakan bahwa lapak baca tersebut bertujuan untuk memperkuat minat baca di lingkungan Universitas Lampung. Menurutnya mahasiswa Unila sudah memiliki antusiasme minat baca yang lumayan tinggi.

“Tujuan kami mengadakan lapak baca ini untuk memperkuat minat baca di Universitas Lampung. Sebenarnya teman-teman mahasiswa Universitas Lampung ini minat membacanya sudah lumayan, sebenarnya sudah ramai dan tinggi,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa antusiasme pengunjung terlihat dari permintaan pengunjung untuk diadakan rutin dan banyak masyarakat yang merasa nyaman ketika membaca bersama teman-temannya diembung.

“Bahkan ada pengunjung yang bilang kalau bisa lapak baca ini diadakan secara rutin tiap minggunya. Karena mereka merasa nyaman bisa membaca di Embung bersama teman-temannya dan senang bisa baca buku di sini,” jelasnya.

Antusiasme juga dirasakan oleh Anjel Laura Vianniza (Administrasi Negara ’26) selaku pengunjung yang mengaku tertarik mengikuti kegiatan karena buku-buku yang tersaji bukan hanya akademik, tetapi juga ada buku anak-anak sehingga pengunjung dapat menikmati buku yang seru juga.

“Selain memang ada buku-buku yang harus kita baca, buku-bukunya juga bukan cuma buku akademik aja, tapi banyak buku anak-anak juga. Jadi kita nggak terlalu fokus ke akademik, bisa membaca yang seru-seru,” ujarnya.

Menurut Anjel, kegiatan literasi seperti ini menjadi penting di tengah perkembangan era digital. Kemudahan memperoleh informasi melalui internet membuat buku berpotensi semakin jarang menjadi pilihan utama untuk membaca.

“Kalau menurut aku penting banget, apalagi sekarang kita udah ada era digital. Jadi di era digital ini udah banyak teman-teman ataupun mungkin anak-anak dan juga remaja yang udah lupa dengan buku. Dengan adanya kegiatan begini bisa menumbuhkan atau sedikit menanamkan minat mereka kembali untuk membuka buku, untuk membaca,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Alya Ramadani (Pendidikan Bahasa Inggris ’26). Ia menilai kegiatan seperti Gelar Literasi penting untuk terus diperbanyak, terutama di lingkungan yang banyak terdapat anak-anak.

“Menurut aku penting banget untuk saat ini. Apalagi masyarakat Indonesia kurang literasinya, jadi menurut saya kegiatan ini perlu diperbanyak. Kegiatan baca seperti ini harus diperbanyak, apalagi di lingkungan yang banyak anak-anaknya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan di Embung Unila, tetapi juga dapat hadir di berbagai tempat, termasuk lingkungan sekolah dasar.

“Harapan saya kegiatan ini tetap terus berjalan. Mungkin bisa diperbanyak di berbagai titik, nggak cuma di sini. Apalagi di sekolah-sekolah dasar, menurut saya harus diterapkan juga untuk baca-baca seperti ini,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 1 =