Suarakan keresahan Rakyat, AML sampaikan tuntutan di kantor DPRD 

Foto : Teknokra/ Muhammad Nabil Syahbana
22 dibaca

Teknokra.co : Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) bersatu melaksanakan seruan “Aksi September Hitam” sebagai bentuk ingatan kembali pelanggaran HAM yang terjadi. Aksi dilakukan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung pada Jumat (18/9).

Berdasarkan pantauan Teknokra, aksi tersebut mulai terlaksana pada pukul 15.00 WIB, lebih lambat dari jadwal yang seharusnya pada pukul 13.00 WIB.

Muhammad Rafli (Ilmu Hukum ’22) selaku jenderal lapangan mengungkapkan bahwa proses aksi diawali melalui konsolidasi internal di masing-masing kampus, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi akbar untuk menghimpun berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Kalau dalam aksi September Hitam, pertama kita melakukan kolektif isu. Jadi, saya bersama dengan teman-teman pimpinan yang lain, itu mengarahkan untuk adanya konsolidasi internal,” katanya.

Rafli juga menjelaskan bahwa tuntutan tersebut tidak berhenti setelah aksi selesai. Pengawalan akan terus dilakukan dengan memantau realisasi tuntutan bersama masyarakat.

“Setelah itu kita melakukan konsolidasi akbar. Jadi, terkait kolektif isu itu memang benar-benar ini isu yang berasal dari masyarakat, berasal dari teman-teman yang merasakan, dan juga kita kolektif isu itu,” jelasnya.

Muhammad Daffa sebagai salah satu peserta dari Universitas Bandar Lampung (UBL) menuturkan bahwa dirinya turun untuk ikut andil dalam menyuarakan aspirasi yang belum terlaksana.

“Karena ingin menyampaikan aspirasi yang belum terlaksana,” tuturnya.

Lebih lanjut ia berharap agar pemerintah yang bertanggung jawab dapat mendengar dan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Harapan saya aspirasi ini bakal terdengar dan juga bakal dilaksanakan oleh pemerintah yang bertanggung jawab,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =